Cakupan Imunisasi Tak Optimal selama Covid-19, Dinkes Sulut Genjot Program BIAN

Antara
Dinas Kesehatan Provinsi Sulut mengatakan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dapat menjaga kekebalan penduduk terhadap terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). (Foto: Antara)

"Menurunnya cakupan imunisasi rutin lengkap akan menyebabkan semakin menurunnya tingkat kekebalan komunitas," katanya.

Program BIAN, menurut dia, akan memberikan manfaat untuk mencegah kesakitan dan kecacatan akibat penyakit seperti Campak-Rubella, Polio, Difteri, Pertusis (batuk rejan), Hepatitis B, Pnemonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak).

Di Provinsi Sulut, sasaran imunisasi tambahan Campak-Rubella anak berusia sembilan bulan hingga kurang dari 12 tahun sebanyak 495.867 orang.

Sedangkan, sasaran imunisasi kejar Imunisasi Oral Polio Vaksin (OPV) sebanyak 47.760 orang, Imunisasi Inject Polio Vaksin (IPV) sebanyak 76.757 orang, dan Imunisasi DPT-HB-Hib sebanyak 20.560 orang.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Bandung Naik, Kesehatan Mental Jadi Perhatian

2 bulan lalu

Penggeledahan Kantor Dinkes Ponorogo Berlangsung 8 Jam, Sejumlah Dokumen Disita

5 bulan lalu

Perketat Pengawasan Takjil, Pemkot Madiun Lindungi Warga dari Makanan Berbahaya

6 bulan lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

9 bulan lalu

Komisi IV DPRD Badung Dorong Pembangunan Puskesmas Desa di Badung Selatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal