"Kita identifikasi kerusakan infrastruktur pemicu banjir dan tanah longsor, juga mengidentifikasi wilayah rawan banjir dengan bersiaga menghadapi potensi bencana di tengah musim penghujan tinggi," katanya.
Pemerintah daerah telah menggerakkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera mengatasi banjir.
"Kerja sama dinas terkait diinstruksikan untuk segera melakukan penanggulangan banjir dalam waktu singkat, termasuk melaporkan ke pemerintah pusat untuk peningkatan infrastruktur yang tidak dimampui melalui anggaran pendapatan bencana daerah (APBD) kabupaten," ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat di wilayah potensial bencana untuk tetap waspada bencana mengingat curah hujan diprakirakan masih tinggi.
"Kita jaga lingkungan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya mencegah COVID-19," katanya.
Data Pemerintah Kecamatan Tomilito, warga terdampak banjir pada Minggu (14/2) sebanyak 171 kepala keluarga (KK) di Desa Leyao, 195 KK Desa Milango, dan 80 KK Desa Bubode.