Perkembangan NTP Sulut sejak November 2020 sudah menunjukkan nilai di atas 100. Keadaan ini menunjukkan tingkat daya beli petani secara umum sudah lebih baik ketimbang kondisi pada tahun 2018 (tahun dasar).
Dari lima subsektor pertanian yang dipantau, terdapat tiga subsektor alami kenaikan NTP, yakni perikanan, peternakan, dan perkebunan rakyat. Sementara itu, tanaman pangan dan hortikultura terjadi penurunan.
Kenaikan tertinggi dialami oleh perikanan sebesar 2,66 persen, sedangkan penurunan tertinggi dialami oleh hortikultura sebesar 4,32 persen.
Dijelaskan pula bahwa NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dan dinyatakan dalam persentase.
NTP, lanjut dia, merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petan, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani, baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.