BPS Pastikan Daya Beli Petani Sulut Masih Tinggi

Antara
Ilustrasi. Subsektor pertanian yang dipantau salah satunya tanaman pangan terjadi penurunan.(Foto: MPI/Cahya Sumirat)

Perkembangan NTP Sulut sejak November 2020 sudah menunjukkan nilai di atas 100. Keadaan ini menunjukkan tingkat daya beli petani secara umum sudah lebih baik ketimbang kondisi pada tahun 2018 (tahun dasar).

Dari lima subsektor pertanian yang dipantau, terdapat tiga subsektor alami kenaikan NTP, yakni perikanan, peternakan, dan perkebunan rakyat. Sementara itu, tanaman pangan dan hortikultura terjadi penurunan.

Kenaikan tertinggi dialami oleh perikanan sebesar 2,66 persen, sedangkan penurunan tertinggi dialami oleh hortikultura sebesar 4,32 persen.

Dijelaskan pula bahwa NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dan dinyatakan dalam persentase.

NTP, lanjut dia, merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petan, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani, baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Pastikan Pangan Aman, 44.000 Ton Beras Disalurkan ke Sumatera

57 tahun lalu

Bangun Ketahanan Pangan, Legislator Perindo Yusuf Bora Panen Raya Holtikultura di Sumba Barat Daya

57 tahun lalu

Kementan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Tingkatkan Produksi Pangan, Petani Sumringah

57 tahun lalu

Polisi Temukan 2 Ton Beras SPHP Bulog Diselewengkan ke Kemasan Premium

57 tahun lalu

Hati-Hati, BPOM Serang Temukan 61 Pangan Olahan dan Siap Saji Mengandung Bahan Berbahaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal