BKSDA Sebut Taman Hutan Raya Gorontalo Akan Perkuat Suaka Margasatwa Nantu

Antara
Hewan endemik Sulawesi, Babirusa (Babyrousa celebensis) yang hidup di Suaka Margasatwa Nantu. (Foto: Antara)

“Sejak awal kami memang dilibatkan dalam tahapan tahura. Balai KSDA memiliki tugas dan fungsi melakukan pembinaan dalam hal ini,” katanya.

Pada tahun 1999, Suaka Margasatwa Nantu ditetapkan dengan luas 31.215 hektare, kemudian diperluas pada tahun 2010 menjadi 51.507,33 hektare berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 325/Menhut-II/2010.

Keberadaan hutan Nantu yang masih terjaga memiliki arti penting untuk keragaman hayati seperti babirusa (Babyrousa celebensis), namun Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menilai kawasan itu belum bebas dari risiko dan ancaman.

Salah satu ancaman yang nyata adalah kegiatan HPT Boliyohuto, yang dikhawatirkan berdampak pada ekosistem hutan Nantu.

“Karena itu kami mengusulkan statusnya dinaikkan menjadi tahura dan ini mendapat persetujuan dari pemerintah pusat,” kata Nelson.

Penetapan tahura tersebut melalui SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 810/MENLHK/SETJEN/PLA.2/8/2022 Tentang Perubahan Fungsi Antar Fungsi Pokok Kawasan Hutan Dari Sebagian Hutan Produksi Terbatas Gunung Boliyohuto menjadi Taman Huta Raya.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami 

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,1 Guncang Bone Bolango Gorontalo

57 tahun lalu

Prajurit Marinir asal Gorontalo Jadi Korban Longsor Bandung Barat, Serda Rein Pasau

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,0 Guncang Boalemo Gorontalo

57 tahun lalu

Jadi Biang Banjir, Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Dibongkar Paksa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal