BKKBN Sulut: Jokowi Canangkan Prevalensi Stunting hingga 14 Persen

Antara
Acara perencanaan optimalisasi Keluarga Berencana pascapersalinan, pascakeguguran sebagai upaya percepatan penurunan stunting bersama mitra kerja di Manado, Rabu (3/3/2021).( Foto: Antara)

Tandaju menambahkan, tugas BKKBN bukan hanya mempertahankan jumlah penduduk agar tetap seimbang dan terkendali, tapi juga menghadirkan program keluarga berkualitas. 

Salah satu upaya menghadirkan keluarga berkualitas adalah dengan menekan angka stunting pada anak.

"Karena itu ada target yang difokuskan pada 2021 pada sasaran yang mudah ditangkap. Kalau dulu tidak ada target keluarga berencana pascapersalinan, sekarang akan ada," ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Deputi KBKR BKKBN dr. Eni Gustina, Ketua POGI pusat dr. Ari Kusuma Januarto, SpOG (K), Ketua POGI Sulut Prof Dr John Wantania, Kepala Biro Kesra Provinsi Sulut dr Kartika Devi Tanos, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut dr Debie KR Kalao, Direktur Bina Akses BKKBN dr H Zamhir Setiawan, Direktur Bina Kesehatan Reproduksi Mukhtar Bakti, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sulut dr Bahagia Mokoagow serta peserta.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cerita Jokowi Sering Yoga Biar Badan Segar usai Joging di Stadion Manahan

57 tahun lalu

Gugatan CLS Ijazah Jokowi Ditolak PN Solo, 2 Alumni UGM Siapkan Banding

57 tahun lalu

Gugatan Bonatua Silalahi Dikabulkan KIP, Kuasa Hukum Desak KPU Tunjukkan Ijazah Jokowi

57 tahun lalu

Jokowi Blak-blakan usai Bertemu Eggi dan Damai: Niat Baik Silaturahmi Harus Dihargai

57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal