BKKBN, telah melakukan berbagai strategi yaitu dengan menurunkan angka 'total fertility rate' (TFR), 'unmetneed dan age specific fertility rate' (ASFR) 15-19 tahun, meningkatkan 'modern contraceptive prevalence rate' (MCPR) dan meningkatkan persentase peserta KB aktif MKJP.
"Salah satu perubahan yang terjadi di tahun 2021 yaitu dana penggerakan pelayanan KB telah diserahkan ke pemerintah daerah kabupaten dan kota melalui mekanisme dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) sehingga diharapkan peserta KB baru dan peserta KB aktif MKJP meningkat,"kata Diano.
Pemerintah juga, kata dia, menjadikan kegiatan 'Rumah Dataku' sebagai proyek prioritas nasional (Pro-PN).
"Rumah Dataku hadir sebagai pusat data dan informasi kependudukan di level mikro dengan basis partisipasi masyarakat yang secara implisit menjadikan data dan informasi yang dihasilkan sebagai sebuah artikulasi kepentingan dari masyarakat secara luas," ujarnya.
Dia berharap, pentingnya percepatan penurunan stunting, keberadaan 'Rumah Dataku', dan uji coba pelayanan KB MKJP menggunakan dana BOKB mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan serta sektor terkait lainnya sehingga bermanfaat bagi masyarakat.