Beras Sulit Terjual, DPRD Gorontalo Utara Minta Pemda Seriusi Keluhan Petani 

Antara
Anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Wisye Pangemanan saat mengunjungi gudang beras menanggapi keluhan petani terkait sulitnya penjualan. (Foto:Antara)

"Saya pribadi sangat prihatin saat mengunjungi gudang-gudang beras, stoknya belum bergerak dampak permintaan pasar yang mengalami penurunan," kata dia.

Petani mengeluhkan jika beras tidak terjual, sulit bagi mereka mengembalikan modal khususnya biaya produksi selama 120 hari mulai dari pembibitan hingga pascapanen.

"Meski panen melimpah tapi kami tidak merasa senang apalagi puas, karena tidak bisa menikmati hasil akibat beras sulit terjual," ujar Wisye menirukan keluhan petani.

Kata dia, DPRD menawarkan solusi kepada pemerintah daerah, diantaranya agar penyaluran bantuan beras melalui program keluarga harapan (PKH) agar pengadaannya dibeli dari petani lokal.

"Jangan membeli beras dari luar daerah, sebab jika beras lokal tidak terjual, dikhawatirkan akan berdampak pada musim tanam berikutnya," katanya.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

57 tahun lalu

5 Jam Diperiksa, 6 Tersangka Korupsi Pengadaan DPRD Papua Barat Daya Langsung Ditahan

57 tahun lalu

Tragis! Petani Tewas Tertabrak Kereta Api di Indramayu saat Cari Padi Sisa Panen

57 tahun lalu

Tragis! Niat Pasang Jebakan Tikus, Petani di Blora malah Tewas Tersetrum

57 tahun lalu

Dendam Lama Berujung Maut, Petani di Lampung Barat Tewas Ditembak dan Dibacok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal