"Saya pribadi sangat prihatin saat mengunjungi gudang-gudang beras, stoknya belum bergerak dampak permintaan pasar yang mengalami penurunan," kata dia.
Petani mengeluhkan jika beras tidak terjual, sulit bagi mereka mengembalikan modal khususnya biaya produksi selama 120 hari mulai dari pembibitan hingga pascapanen.
"Meski panen melimpah tapi kami tidak merasa senang apalagi puas, karena tidak bisa menikmati hasil akibat beras sulit terjual," ujar Wisye menirukan keluhan petani.
Kata dia, DPRD menawarkan solusi kepada pemerintah daerah, diantaranya agar penyaluran bantuan beras melalui program keluarga harapan (PKH) agar pengadaannya dibeli dari petani lokal.
"Jangan membeli beras dari luar daerah, sebab jika beras lokal tidak terjual, dikhawatirkan akan berdampak pada musim tanam berikutnya," katanya.