Begini Pandangan Epidemiologi tentang Varian Baru Covid-19 Jenis XE

kevi laras
Seorang tenaga kesehatan melakukan test PCR. (Foto: Reuters)

"Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi. Memang kami belum dapat memastikan apakah dia memiliki keunggulan pertumbuhan yang sebenarnya," kata Profesor Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis, UKHSA dilansir The Sun.

Sedangkan, menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, subvarian XE belum bisa dipastikan berbahaya atau tidak.

Walaupun sebuah laporan UKHSA mengatakan XE menunjukkan bukti penularan komunitas di Inggris. "Belum ada alasan untuk khawatir. Tetap pakai masker," kata Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya @ProfesorZubairi.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda Jateng Imbau Masyarakat Waspadai Ancaman Penyebaran Covid-19 ERIS jelang Nataru

57 tahun lalu

Satgas Minta Masyarakat Tetap Jaga Prokes dan Ikut Vaksinasi Hadapi Varian Baru Covid-19

57 tahun lalu

Varian Baru Covid-19 Terdeteksi di Jateng, Ganjar Imbau Masyarakat Perketat Prokes

57 tahun lalu

Muncul Varian Baru Omicron XBB, Ganjar Imbau Masyarakat Tak Sepelekan Protokol Kesehatan

57 tahun lalu

Pemprov Lampung kembali Aktifkan Posko Covid-19, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal