"Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi. Memang kami belum dapat memastikan apakah dia memiliki keunggulan pertumbuhan yang sebenarnya," kata Profesor Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis, UKHSA dilansir The Sun.
Sedangkan, menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, subvarian XE belum bisa dipastikan berbahaya atau tidak.
Walaupun sebuah laporan UKHSA mengatakan XE menunjukkan bukti penularan komunitas di Inggris. "Belum ada alasan untuk khawatir. Tetap pakai masker," kata Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya @ProfesorZubairi.