Proses menyulam inilah yang melahirkan wig berbentuk tanduk sapi. Hingga akhirnya menjadi salah satu tradisi unik dunia.
Setiap wig diturunkan dari ibu ke anaknya, yang juga diwariskan dari garis nenek moyang perempuan sejak ratusan tahun lalu. Karena wig tersebut merupakan kumpulan rambut yang tidak hanya dari rambut ibunya, tetapi juga rambut nenek dan generasi sebelumnya lagi.
Wig ini dipakai oleh para gadis muda dalam acara tertentu. Di antaranya pernikahan, acara adat atau festival.
Wig tersebut dipakai sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur. Bentuk yang menyerupai tanduk sapi menandakan bahwa Suku Miao menghormati sapi sebagai hewan sakral.
Berdasarkan kepercayaan Suku Miao, zaman dahulu tradisi itu dilakukan untuk menakut-nakuti binatang buas saat mereka bertani di daerah pegunungan. Hiasan kepala berbentuk tanduk itu diperkirakan memiliki berat hingga 4 kilogram.