Sementara di Kecamatan Siau Timur, dampak banjir bandang Kepulauan Sitaro lebih parah. Tercatat enam orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka-luka, serta satu warga masih dalam pencarian.
Selain menelan korban jiwa, banjir bandang Kepulauan Sitaro juga mengakibatkan kerusakan serius pada permukiman warga dan sejumlah gedung perkantoran, termasuk Markas Komando Polres Kepulauan Sitaro.
“Mako Polres Kepulauan Sitaro tertimbun material berupa batu, tanah dan kayu menutupi setengah Mako Polres. Lima puluh persen gedung Mako bersama fasilitas penunjang dalam keadaan tertimbun material,” katanya.
Saat ini, personel Polres dan Polsek Kepulauan Sitaro bersama warga setempat terus melakukan evakuasi terhadap warga terdampak ke lokasi yang lebih aman.
Kapolres menambahkan, akses jalan menuju Lindongan II Kampung Batusenggo sempat terputus akibat material banjir. Namun, jalur tersebut kini sudah dapat dilalui kembali setelah dilakukan pembersihan.
“Akses jalan menuju Lindongan II Kampung Batusenggo sempat terputus dan sudah dilakukan pembersihan sehingga sudah diakses kembali. Warga terdampak juga sudah dievakuasi ke Gedung Gereja Jemaat KGPM Batusenggo Lindongan I dan rumah-rumah warga Batusenggo yang tidak terdampak bencana,” ucapnya.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih bersiaga dan terus memantau perkembangan banjir bandang Kepulauan Sitaro, mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.