MANADO, iNews.id - Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar simulasi pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Simulasi ini sebagai skenario penanganan aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast mengatakan, simulasi tersebut menskenariokan di salah sebuah tempat pemungutan suara (TPS) wilayah hukum Polsek Wenang Manado terjadi ketidakpuasan warga atas pelaksanaan pencoblosan.
Massa kemudian mencoba memprotesnya hingga berujung tindakan anarkis.
"Untuk mengantisipasi, polisi menurunkan tim negosiator dari personel polwan, pasukan dalmas awal, pasukan dalmas lanjut dan pasukan PHH Brimob," ujar Abast di lokasi kegiatan simulasi, halaman apel AKP Bryan Teophany Tatontos Mako Polda Sulut, Kamis (15/10/2020).
Simulasi diikuti personel Polda Sulut dari berbagai fungsi, mulai dari Samapta, Intel, Reskrim, Polwan, Dokkes dan Brimob.
Simulasi dipimpin Direktur Samapta Polda Sulut Kombes Pol Hery Murwono bersama Dansat Brimob Kombes Pol Bruri Soekotjo.