"Semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB (Kampung Berkualitas) telah menghasilkan perubahan yang sangat luar biasa di bidang kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga," ujarnya.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan kerja sama dan sinergi semua pihak akan berdampak pada penurunan angka stunting.
"Apresiasi kepada Pemerintah Kota Tomohon atas capaian prevalensi angka stunting sudah di bawah rata rata nasional tentu ini adalah bukti kerja sama dari semua pihak," ujarnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Diano T. Tandaju mengatakan prevalensi stunting di Kota Tomohon sebesar 13,7 persen, lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di daerah itu.
"Hasil ini menempatkan Kota Tomohon sebagai satu satunya kabupaten/kota di Sulawesi Utara yang sudah mencapai target angka stunting tahun 2024 yaitu di bawah 14 persen," katanya.