Warga Makassar Tolak Rapid Test dan Ambil Jenazah PDP, Penanganan Covid-19 Dikritik

Andi Deri Sunggu
Agus Nyomba
Warga Makassar palang jalan tolak rapid test. (Foto: iNews/Andi Deri)

MAKASSAR, iNews.id - Penanganan Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dinilai kurang maksimal. Kondisi ini membuat sejumlah warga menolak rapid test dan mengambil paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona.

Pengamat politik, Arqam Azikin menilai, penanganan virus corona di Kota Makassar sudah tidak kondusif. Berbagai kasus yang terjadi belakangan ini karena Ketua Gugus Tugas Makassar tidak cakap menanggulangi pandemi Covid-19.

"Tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan tepat dalam penanganan dan pencegahan," kata Arqam saat dikonfirmasi wartawan di Kota Makassar, Sulsel, Senin (8/6/2020).

Masalah yang timbul, kata dia, penolakan bahkan perlawanan warga terhadap petugas medis yang melakukan rapid test. Kemudian banyaknya keluarga pasien suspect corona meninggal dunia membawa paksa jenazah korban.

Sementara itu, kata dia, grafik kasus pasien positif, PDP dan ODP di Makassar tetap bergerak naik. Pada Minggu (7/6/2020) kemarin, penambahan kasus di Sulsel tertinggi ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Sebelumnya jumlah pasien positif corona di Kota Makassar tembus 1.060 orang. Dari data tersebut 451 sembuh dan 81 orang meninggal dunia. Belum lagi jumlah PDP dan OPD terus meningkat setelah aturan dilonggarkan.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Licik! Pasutri di Makassar Bawa Kabur HP Warga, Tuduh Korban Begal saat Ditangkap

57 tahun lalu

Viral Siswi SMP di Makassar Dijambret hingga Terseret, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku

57 tahun lalu

Geger Siswi SMK di Makassar Dicoret dari Paskibraka gegara Bahasa Daerah, Ini Respons Kesbangpol 

57 tahun lalu

Pria di Makassar Babak Belur Dihajar Massa, Diduga Hendak Curi Motor Warga

57 tahun lalu

Anak Durhaka! Pria di Makassar Ancam Bunuh Ayah Pakai Parang gegara Judol 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal