Lalu pada Minggu (1/3/2020) kemarin, diambil spesimen berupa nasofaring, orofaring, serum dan sputum. Kemudian dikirim ke Litbangkes, kemudian spesimen BAL.
"Kasus masuk kategori pengawasan," ujarnya.
Kasus kedua dialami MD (64) yang menderita demam, sesak nafas, batuk, pilek, dan lemas. Pada 20 Februari, melakukan kontak dengan anaknya NT yang diduga memiliki riwayat kontak dengan WN Jepang yang positif korona, yang tinggal di Malaysia.
"Pada 22 Februari. MD mulai menunjukkan gejala, kemudian berobat ke RS Mitra Depok dan diagnosa terkena tifoid dd ISPA dan pasien diduga suspect virus korona," katanya.
Lalu pada 29 Februari, dia dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso dan menjalani pengambilan spesimen berupa nasofaring, orofaring, serum, dan sputum serta telah dikirim ke Litbangkes.
"Pengambilan spesimen BAL akan dikirim kemudian. Kasus masuk kategori pengawasan," ujarnya.