"Terkait video viral yang menyebutkan telah terjadi penyerangan atau perang kelompok kami tegaskan itu tidak benar. Kejadian sebenarnya ada beberapa anak-anak SD yang membuat senjata dari kertas, kemudian mereka bermain perang-perangan," ujarnya.
Kapolsek memastikan sekumpulan anak SD tersebut sedang bermain perang-perangan menggunakan busur dari kertas. Meski hanya permainan anak-anak, polisi tetap meminta kegiatan tersebut dihentikan. Sebab, aksi itu dinilai dapat memunculkan kesalahpahaman dan membuat masyarakat resah.
"Kami minta agar permainan itu dihentikan mengingat kegiatan itu dapat meresahkan dan menjadi bias di masyarakat, walaupun itu permainan anak-anak SD," katanya.
Petugas juga mengamankan sejumlah busur mainan yang terbuat dari kertas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah permainan serupa kembali dilakukan di jalan.
Polisi kemudian memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya bermain perang-perangan di ruang publik. Selain berisiko menimbulkan cedera, aksi tersebut dapat disalahartikan sebagai konflik antarkelompok.
Polsek Tallo turut mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama saat bermain di luar rumah. Pengawasan dinilai penting agar permainan tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.