"Setelah Masjid terbangun, lokasi itu pun ditempati untuk Salat dan belajar mengaji bagi warga setempat," kata Muslimin dikutip SINDOnews, Minggu (24/11/2019).
Kades Bontoloe Baharuddin mengatakan, masjid tersebut memang berada di wilayahnya dan letaknya di tengah pegunungan.
Masjid tersebut dibangun oleh seorang pengusaha kopi asal bugis yang sering dipanggil Puang oleh masyarakat sekitar.Masjid itu digunakan untuk tempat ibadah bagi pekerja kebun kopi dan masyarakat Dusun Langkoa.
Dusun Langkoa sebagai permukiman terdekat, memiliki penduduk sekitar 800 hingga 1.000 jiwa. Puang sering bolak balik Makassar-Jakarta-Timika.
Jika datang ke Makassar, Puang selalu menyempatkan ke kebun kopinya itu. "Masjidnya sudah lama ada, sekitar lima tahun. Jarak permukiman dari masjid sekitar 1 km," ungkapnya.
Masjid itu masih dalam tahap pengerjaan. Di bagian bawah akan dibuat ruangan untuk tempat tinggal guru-guru mengaji. Guru-guru mengaji itu nantinya mengajarkan membaca Alquran untuk anak-anak penduduk sekitar.