Dalam memuluskan aksinya, AFR yang merupakan petinggi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memperdayai korban dengan mencatut nama anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Kapolri dan sejumlah pejabat di Polda Sulsel.
Selama prosesnya, dia meminta uang yang dikirimkan keluarga korban secara bertahap baik dalam bentuk transfer maupun tunai. Uang ini untuk memuluskan anak mereka bisa menjadi perwira polisi melalui jalur khusus.
"Kami sudah berikan Rp4,9 miliar. Dia masih minta lagi Rp2 miliar lalu Gonzalo pulang dia merasa tertekan dan bilang mereka semua penipu," katanya.
Sebelumnya, Gonzalo memang diberangkatkan ke Semarang dengan alasan menjalani tahapan seleksi penerimaan Akpol sekaligus dipertemukan dengan Kapolri. Namun dia hanya berfoto dengan karangan bunga bertuliskan Kapolri di suatu acara pernikahan.
Penipuan pelaku terbongkar usai Gonzalo menyadari namanya tidak lulus dalam tahapan seleksi. Dia lalu melarikan diri dari komplotan penipu menuju kembali ke Makassar dan memberitahukan kepada akeluarga untuk berhenti berurusan dan memberi uang kepada para pelaku.