Berdasarkan interogasi kelima orang ini memiliki peran berbeda-beda. Pelaku yang mengoleskan sabun ke wajah dan membanting korban ke tanah yakni AG. Sementara itu, empat orang rekannya yang lain hanya membantu AG saat mengoleskan sabun cuci mendorong kepala korban kemudian menertawainya.
Katim Jatanras Subnit 2 Polrestabes Makassar Aipda Cakra Nuryadi mengatakan, motif para pelaku yaitu iseng dan hanya ingin bermain-main kepada korban. Akibat kejadian tersebut korban diketahui menderita luka lebam di bagian kepalanya.
"Awalnya ini aksi perundungan saat korban membersihkan masjid datang lima remaja ini. Tapi kemudian berujung penganiayaan. Pelakunya ada lima orang," katanya, Minggu (20/2/2022).
"Motifnya katanya hanya iseng saja," katanya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kelima orang pelaku ini langsung dibawa ke Mapolrestabes Makassar. Mereka akan diserahkan ke Mapolsek Tamalate guna dilakukan pemeriksaan terkait tindakan tidak terpujinya yakni meganiaya seorang bocah berusia delapan tahun.