Warga dari Desa Radda, Kecamatan Baebunta ini mengaku, sangat trauma dengan musibah banjir ini. Sebab saat mencari keluarganya yang hilang, dia sempat terhisap lumpur hidup dan melihat mayat belum dievakuasi.
"Saya lihat mayat ada empat di dalam rumah. Itu membuat saya trauma sekali. Belum lagi lumpurnya yang menghisap, jadi sulit dievakuasi," katanya.
Hingga Kamis siang tercatat sudah ada 24 korban meninggal dunia ditemukan dalam kondisi terkubur material lumpur. Tim SAR gabungan juga masih terus mencari korban hilang lainnya.