Trauma Korban Banjir Luwu Utara, Mulai dari Keluarga Hilang hingga Lihat Mayat

Nasruddin Rubak
Korban banjir di Luwu Utara mencari keluarga yang hilang. (Foto: iNews/Nasruddin Rubak).

Warga dari Desa Radda, Kecamatan Baebunta ini mengaku, sangat trauma dengan musibah banjir ini. Sebab saat mencari keluarganya yang hilang, dia sempat terhisap lumpur hidup dan melihat mayat belum dievakuasi.

"Saya lihat mayat ada empat di dalam rumah. Itu membuat saya trauma sekali. Belum lagi lumpurnya yang menghisap, jadi sulit dievakuasi," katanya.

Hingga Kamis siang tercatat sudah ada 24 korban meninggal dunia ditemukan dalam kondisi terkubur material lumpur. Tim SAR gabungan juga masih terus mencari korban hilang lainnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Tinggi Air Capai 2 Meter

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,9 Guncang Luwu Utara, Terasa hingga Poso

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang Tapanuli Utara, 150 Rumah Terdampak 3 Hanyut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal