Kata sisemba berasal dari bahasa Makassar yang berarti saling menendang kaki.
Sesuai dengan namanya Sisemba dimainkan oleh dua kelompok petarung yang saling beradu kekuatan dengan cara saling menendang kaki.
Tradisi ini biasanya diselenggarakan di tengah sawah yang baru selesai di panen maupun di tengah lapangan terbuka.
Masyarakat Toraja meyakini dengan diadakannya tradisi sisemba akan mengantisipasi gagal panen dan meningkatkan hasil padi pada tahun berikutnya.
Ritual Ma’nene
Tradisi di Toraja yang cukup terkenal yaitu ritual ma’nene. Tradisi ini biasa dilakukan oleh masyarakat Toraja Utara.
Ritual Ma’nene merupakan ritual membersihkan mayat yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang dilakukan oleh keturunannya.