"Kami menolak harga BBM, kenaikan dasar listrik, dan revisi RUU KUHP, dan alhamdulillah aksi kami diterima DPRD Pangkep," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pangkep Haris Gani mengaku juga tidak setuju dengan kenaikan harga BBM.
"Pada prinsipiya kurang sependapat, ini akan berdampak pada seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat, semua bahan pokok akan ikut naik. Tetapi ini bukan kebijakan kami, dan ini kebijakan pusat," katanya saat menerima mahasiswa.
Ia mengatakan, akan menyampaikan aspirasi mahasiswa yang menolak kenaikan BBM ini.
"Kami akan teruskan aspirasinya," ungkapnya.