Ia menyebut, saat hendak dibaburkan, mahasiswa melakukan perlawanan hingga pihaknya terpaksa melepaskan tembakan gas air mata.
"Kita sudah mengimbau, tapi mereka (mahasiswa) terus melakukan perlawanan. saat di dalam, petugas juga meminta adik-adik mahasiswa untuk tidak lagi melakukan penyerangan kepada petugas dan meminta mereka untuk pulang," ungkapnya.
Pasca bentrokan tersebut, sedikitnya tiga motor milik mahasiswa dirusak warga, dan lima pemuda pengangguran satu di antaranya pelajar SMA yang diduga merupakan pelaku demo anarkis diamankan polisi.