"Sebenarnya itu pasien masuk kita pantau terus. Semua tindak lanjut yang dilakukan tim itu kita koordinasi. Bahkan malamnya kita pantau terus denyut bayi itu. Namun takdir berkata lain," ujar dia.
Dia mengatakan, tim medis sudah berupaya maksimal, termasuk mengeluarkan janin di dalam kandungan. Pasien lalu masuk ke ruang perawatan, namun tiga hari kemudian keluarga mendesak pasien dipulangkan.
"Jadi tidak sempat bertemu dengan dokter. Setelah keluar dari rumah sakit itulah, keluarga mulai protes. Padahal semua yang kami lakulan sudah sesuai dengan SOP-nya," ujarnya.
Direktur RSUD Batara Siang Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan, selama pandemi Covid-19 memang ada jadwal khusus bagi dokter melakukan kunjungan ke pasien, termasuk jadwal poli umum.
"Kedisiplinan tetap kami utamakan. Di tengah pandemi juga pelayanan dokter itu sudah diatur, ada jadwalnya agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada di lingkungan," katanya.