“Kaget. Tidak tahu kedatangannya. Per dua minggu (bayar) Rp188.000. Menunggak baru tiga hari. Itu pun baru satu kali,” ujarnya.
Dia menyebut penagih utang yang mendobrak kamarnya semuanya perempuan dan cukup banyak. Dia mengaku merasa malu dengan hal tersebut. Bahkan anaknya sampai malu pergi ke sekolah.
“Baru bangun. Saya masih pakai daster. Dia tunjuk-tunjuki saya. Seolah saya pencuri bagaimana. Saya malu. Anak saya ini tidak mau ke sekolah karena malu ada temannya chat,” ujarnya.