Andi melanjutkan, Pemprov Sulsel, Kabupaten, dan Pusat, telah melakukan koordinasi untuk mencegah adanya longsor.
"Tanah di sini labil dan memang pernah terjadi pergeseran. Dinas PU Sulsel dan Balai Jalan, sedang mencari solusi. Solusi harus ada, melihat longsornya mengakibatkan 100 persen badan jalan terputus, dan tentunya membutuhkan opsi-opsi dengan spesial design," katanya.
Untuk diketahui, tanah longsor terjadi di kilometer 24 Jalan Trans Sulawesi Palopo - Tana Toraja, di Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Akibatnya, sembilan rumah warga setempat amblas terbawa longsoran masuk jurang.
Berdasarkan data yang diterima dari Pemkot Palopo, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun, 10 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 60 warga harus mengungsi. Tujuh rumah hancur, dan lima diantaranya hanyut terbawa longsoran. Kerugian materi warga akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp5 miliar.