“Saya ini paling rasa pendidikan gratisnya Bapak Punggawa. Almarhum ini orang yang sangat baik dan murah senyum, dulu waktu jadi bupati setiap hari Jumat dia mengunjungi daerah kami untuk menanyakan langsung apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami doakan Bapak IYL khusnul khatimah,” katanya.
Warga lainnya, Nurlia, juga ikut menyalatkan dan mengantarkan jenazah Ichsan ke permakaman bersama pengurus KotaKu dan Sanggar Pendidikan Anak Saleh (SPAS) Gowa. Dia mengaku selalu mengingat pesan Ichsan agar tidak pernah berhenti berjuang dan tidak pernah makan yang bukan haknya.
“Ini petuah yang selalu saya ingat dan implementasikan dalam bekerja. Almarhum selalu ajar saya untuk hidup dengan jujur. Sungguh saya tidak bisa membalas dan berterima kasih dalam bentuk apa pun. Makanya hari ini saya ingin memberikan penghormatan sesempurna mungkin,” kata Nurlia, Koordinator KotaKu Gowa.