Korban sendiri mengaku tidak mengenal pelaku. Hanya saja ciri-ciri mereka merupakan perempuan, dan selalu memakai masker, sehingga wajahnya tak diketahui oleh korban.
ST diketahui tidak pulang ke rumah sejak tanggal 10 Januari lalu. Pelajar kelas 3 SMA ini mengaku, awalnya dia baru pulang sekolah dan sudah sampai di masjid sekitar kompleks rumahnya.
Kakak korban, Mila (19) mengatakan, adiknya memang membawa ponsel saat hilang diduga disekap dan diculik orang tak dikenal. ST juga kerap mengirim pesan mengenai lokasi keberadaanya.
"Tapi selalu bilangnya ada di Gowa," kata Mila kepada wartawan di rumahnya, Jalan Cilallang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (29/1/2020).
Selain itu, adiknya juga sempat memberi tahu kalau dirinya mau dibawa ke Kota Jayapura, Papua. Saat dihubungi, kata dia, ST juga seperti orang kebingungan, karena kadang bicaranya tidak jelas, sehingga membuat keluarga semakin cemas.