MAKASSAR, iNews - Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan warga Bulukumba, Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Jalan Hertasning-Pettarani Makassar Senin (6/11) sore. Aksi ini dilakukan untuk menyikapi kejadian hilangnya nyawa warga bulukumba bernama Zainal Abidin. Zainal diduga mengalami penganiyaan oleh salah satu anggota kepolisian polantas Bulukumba saat menggelar razia operasi zebra.
Massa aksi menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh anggota polantas pada saat menggelar razia operasi zebra. Korban diduga mengalami pemukulan oleh salah seorang petugas dengan menggunakan handy talky. Untuk itu, mereka menuntut Kapolda Sulsel segera mengevaluasi kinerja Kapolres Bulukumba atas perbuatan anggota polantas hingga menghilangkan nyawa seorang warga bulukumba itu.
Sebelumnya, video amatir berdurasi dua menit 30 detik memperlihatkan jenasah korban yang didampingi kedua orang tuanya viral di media social. Korban diketahui adalah Zainal Abidin, yang meninggal setelah menerima penganiayaan oleh oknum petugas polisi yang merazianya.
Kronologis kejadian berawal saat korban bersama rekannya sedang berboncengan menuju Kota Bulukumba. Dalam perjalanan tepatnya di wilayah Tabuttu, Kelurahan Kelumene, Kecamatan Ujung Bulu, korban tiba-tiba terjaring operasi zebra.
Saat hendak ditahan, korban mencoba melarikan diri lantaran korban tak memakai helm. Tiba-tiba salah seorang oknum polisi lalu lintas yang bertugas memukul korban menggunakan handy talky. Korban yang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Islam Faisal Makassar, tewas dalam perjalanan menuju Makassar.
Yurdinawan, selaku koordinator lapangan dari aksi tersebut mengatakan, pihaknya mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi yang berujung pada hilangnya nyawa Zainal. “Kami dari Solidaritas Aksi Mahasiswa Bulukumba hadir hari ini dengan tiga tuntutan, yaitu meminta Kapolda untuk mengevaluasi kinerja Polres Bulukumba, yang kedua meminta agar Kapolres dan Kasatlantas Bulukumba dicopot dari jabatannya, dan yang ketiga, pecat dan adili oknum kepolisian yang melakukan tindak kekerasan kepada Zainal Abidin,” pungkasnya.