"Kita coba koordinasi ke pemerintah Tana Toraja. Semoga semua berjalan baik," ujar Asman saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2020).
Sementara itu Kadis Kesehatan Enrekang, Sutrisno, mengaku telah melapor ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait pelayanan rapid test. Menurut dia, tidak semua warga dapat melakukan pemeriksaan rapid test lantaran keterbatasan alat.
"Kami tak mampu kami melayani permintaan warga yang hendak melintas ke Toraja. Kami harap kebijakan Tana Toraja bisa ditinjau kembali," ujar Sutrisno.