Pemakaman Umum di Takalar Rusak Terkena Abrasi, Kain Kafan Terlihat Warga

Okezone
Herman Amiruddin
Warga di pesisir pantai membuat tanggul untuk menahan gelombang ombak dan meminimalisasi abrasi. (Foto: Dok iNews).

Menurut dia, abrasi ditambah dengan cuaca ekstrem akan semakin mengancam ratusan keluarga di wilayah desanya. Mereka berpotensi kehilangan tempat tinggal karena dataran tanah terkikis abrasi.

Karena itulah warga berupaya membangun penahan seadanya. Tanggul berfungsi dan dijadikan sebagai pembatas dengan harapan, mampu meminimalisasi dampak abrasi, karena hempasan ombak gelombang laut yang semakin masuk ke permukiman.

BACA JUGA: Akibat Gelombang Tinggi, Kawasan Wisata Tope Jawa di Takalar Sepi Pengunjung

"Sepekan terakhir ini, abrasi sudah mencapai lima meter dari bibir pantai. Jika terus menerus tergerus, dampak abrasi itu dipastikan akan masuk sepenuhnya ke kawasan pemukiman warga," ujarnya.

Kondisi ini disebutkan Kaswandi bahkan telah berlangsung selama kurun waktu dua tahun terakhir. Tepatnya sejak 2018 lalu dan kian memprihatinkan. Sebab, warga mulai mengalami kerugian materiil.

"Kerugian materiil akibat dampak dari abrasi di kawasan pesisir Desa Sampulungan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah," kata Kaswandi.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

IRT Tewas dalam Rumah di Takalar, Emas 33 Gram Hilang Diduga Dirampok

57 tahun lalu

Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung Dimakamkan Berdampingan

57 tahun lalu

Tragis! 2 Bocah di Takalar Tewas Tenggelam di Lubang Septic Tank

57 tahun lalu

Angin Kencang Terjang Pidie Jaya, Belasan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

57 tahun lalu

Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal