Danny menuturkan, 60 anak korban gempa dan tsunami yang mengungsi di Makassar kini hadir di barisan penonton. Mereka ikut menyaksikan gemerlap panggung F8. ”Duka bukan alasan untuk terpuruk usai bencana. Warga Palu, Sigi dan Donggala harus bangkit,” kata Danny, Rabu (10/10/2018).
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan F8. Secara khusus Nurdin juga berterima kasih kepada Pemkot Makassar yang menyediakan posko pengungsian dan dapur umum bagi korban gempa Sulteng.
Nurdin juga memuji masyarakat Makassar yang dengan inisiatifnya memberikan makanan kepada pengungsi. "Meskipun sudah disiapkan dapur umum di Asrama Haji (Sudiang, Makassar), namun setiap hari masyarakat datang berbondong-bondong membawa makanan siap saji untuk pengungsi," kata Nurdin.
Pemberian bantuan bagi korban tak hanya dilakukan oleh masyarakat di Indonesia, persatuan penulis Malaysia yang hadir pada acara F8 juga memberikan donasi untuk korban pada Kamis (11/10/2018) senilai Rp38 juta.
Dengan berbagai bantuan tersebut diharapkan masyarakat di Palu dan Donggala dapat kembali menjalani aktivitas kehidupannya seperti sedia kala. Danny Pomanto menegaskan, kepedulian kepada sesama sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.
“Kita harus selamatkan masa depan kemanusiaan yang masih bertahan. Banyak anak-anak kita yang kehilangan orang tua mereka, suami yang kehilangan istri, istri yang kehilangan suami yang kesemuanya itu butuh kepedulian kita bersama,” ujarnya.