Dengan testing yang dilakukan secara agresif mampu memberi kontribusi terhadap landainya kurva pandemi secara bermakna. "Jadi bila kita menginginkan pandemi ini cepat selesai, lakukan testing untuk memastikan Anda bukan penyebar Covid-19 atau tertular Covid-19, karena sesungguhnya virus corona ini diawali dengan testing dan berakhir dengan testing," paparnya.
Jadi, dorongan untuk meningkatkan cakupan testing minimal 1 persen dari seluruh populasi terus digaungkan untuk memisahkan penderita Covid-19 maupun warga yang sehat tanpa virus corona.
Prof Ridwan menyebutkan bahwa saat ini Sulsel harus memeriksakan 1 persen dari jumlah populasinya, yakni sekitar 80.000 pemeriksaan PCR. Sementara pemeriksaan PCR di Sulsel baru hampir 55.000 atau setara dengan 60 persen.
Oleh karena itu, menurutnya, upaya maksimal pada situasi ini harusnya dengan memperketat implementasi protokol kesehatan di seluruh wilayah, pembatasan pergerakan, dukungan sarana penegakan protokol kesehatan harus menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah.
Selain itu, menerapkan protokol kesehatan dengan konsepsi adaptasi kebiasaan baru tetap menjadi prioritas. Apalagi, Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah merilis bahwa penyebaran Covid-19 juga bisa terjadi melalui udara. Beberapa studi menunjukkan bahwa Covid-19 mampu bertransmisi dan bisa melayang atau mengambang 12 jam di udara.