JAKARTA, iNews.id – Suara dentuman yang menggemparkan warga Buleleng, Bali diduga berasal dari meteor besar yang jatuh ke bumi. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut dentuman itu memiliki kemiripan dengan peristiwa yang sama di daerah Bone, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.
"Bila dibandingkan dengan kejadian di Bone, ada kemiripan sehingga diduga ledakan di Buleleng juga disebabkan adanya meteor besar yang jatuh. Meteor itu menimbulkan gelombang kejut yang terdengar sebagai ledakan," kata astronom LAPAN, Rhorom Priyatikanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/1/2021).
Dia menyebut meteor tersebut diduga memiliki ukuran awal beberapa meter lebih kecil daripada asteroid Bone. Meteor yang telah mencapai permukaan Bumi tidak berpotensi bahaya.
"Benda antariksa itu tidak mengandung unsur radioaktif yang membahayakan, mineral yang terkandung dalam meteor pun tidak berbahaya bagi lingkungan," ujarnya.
Dia menceritakan, pada 8 Oktober 2009, warga Bone mendengar ledakan disertai getaran kaca-kaca rumah mereka. Warga juga melihat jejak asap di langit. Dugaan Lapan bahwa itu meteor besar akhirnya mendapat bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound.