Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, menjelaskan total anggaran pembangunan sekitar Rp2,3 triliun dengan 16 paket pekerjaan dan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Fase pertama dari Tonasa-Maros sepanjang 30 km dan dengan tambahan 5 km sampai Garongkong.
Untuk pembangunan jalur dari Makassar ke Kabupaten Barru, Pangkep, dan Maros dibutuhkan luas tanah sekitar 3.321 hektare.
Sementara pada tahun 2019, telah diselesaikan pembangunan jalur KA Makassar-Parepare Segmen 2 lintas Barru-Palanro sepanjang 40 km. Kemudian, pembangunan lima stasiun baru yaitu, Stasiun Tanete Rilau, Stasiun Barru, Stasiun Takalasi, Stasiun Mangkoso dan Stasiun Palanro.
“Panjang total jalur Makassar-Parepare 144 Km dan akan terintegrasi dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” katanya.