Mengenal Paruki’ dan Sarita, Kain Tenun Suku Toraja yang Digunakan dalam Upacara Sakral

Candra Setia Budi
Paruki’ dan Sarita, merupakan kain tenun Suku Toraja yang digunakan dalam upacara sakral. (Foto: Ilustrasi tenun kain/Ist)

Sehingga dengan hanya melihat penggunaan kain Sarita pada pesta yang sedang berlangsung kita sudah dapat mengetahui bahwa orang dipestakan adalah dari keturunan bangsawan. 

Corak-corak yang terdapat pada kain Sarita pun bermacam-macam serperti corak (motif) kerbau, ayam, babi, motif ukiran matahari, maupun motif Tau-tau, motif-motif tersebut melambangkan nilai tingkat sosial (Status sosial) dan kekayaan si pemilik kain.

Kain sarita tidak hanya dipakai oleh manusia, tapi juga pada hewan atau benda utama dalam upacara, seperti dilingkarkan pada kerbau dan babi yang hendak disembelih, menjadi hiasan penari, dipasang di ujung lakkean (pondok tempat orang meninggal), dipasang di tiang rumah Tongkonan, dan menjadi hiasan peti mati.

Kain sarita hanya dipasang dalam upacara rambu solo’ jika yang meninggal itu keturunan bangsawan dan syukuran diadakan di rumah Tongkonan. 

Masyarakat Toraja percaya, kain sarita dapat menolak roh jahat. Itulah gunanya kain sarita sebagai penghubung antara manusia dengan nenek moyang.

Editor : Candra Setia Budi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Video 5 Remaja Acak-Acak Makam Suku Toraja, Langsung Dihukum Adat

57 tahun lalu

Asal-usul Suku Toraja, Konon Berasal dari Nirwana

57 tahun lalu

Melihat Tradisi Unik Pernikahan Adat Suku Toraja

57 tahun lalu

Mengenal Suku Toraja dan Ciri Khasnya, Ada Upacara Pemakaman Unik

57 tahun lalu

Upacara Adat Rambu Solo, Ritual Pemakaman Unik dan Termahal Suku Toraja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal