Mengenal Mattompang Arajang, Ritual Sakral Sucikan Benda Pusaka Kerajaan Bone

Abdoellah Nicolha
Prosesi Mattompang Arajang kembali digelar sebagai rangkaian Peringatan Hari Jadi Bone ke-694 tahun di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Sabtu, (20/4/2024). (Foto: Abdoellah Nicolha).

BONE, iNews.id – Prosesi Mattompang Arajang kembali digelar sebagai rangkaian Peringatan Hari Jadi Bone ke-694 tahun. Ritual  tersebut digelar di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Sabtu, (20/4/2024).

Mattompang Arajang merupakan ritual adat yang penuh kesakralan untuk menyucikan benda-benda pusaka Kerajaan Bone. Mattompang atau Mappepaccing berarti menyucikan. Sedangkan Arajang merujuk pada benda atau sekumpulan benda pusaka.

Biasanya, Mattompang dilakukan dalam rangka hari jadi Bone dan meliputi beberapa tahapan, seperti pengambilan air dari sumur-sumur tertentu untuk pembersihan Arajang.

Selain itu, pengucapan kata-kata permohonan izin oleh para bissu (pendeta adat) dan prosesi pencucian benda pusaka yang dilakukan oleh pandai besi kerajaan dengan diiringi tarian serta musik tradisional.

Mattompang Arajang tidak hanya penting secara budaya, tetapi juga sebagai cara untuk merawat dan melestarikan sejarah serta identitas lokal Kabupaten Bone.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Rendam 2 Kecamatan di Bone, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Kampung Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan selama 3 Bulan, Ada Apa?

57 tahun lalu

Ricuh! Massa Demo Bawa Babi ke Polresta Sorong Berujung Nyaris Bentrok dengan Polisi

57 tahun lalu

Puting Beliung Terjang Bone, 2 Sekolah dan 7 Rumah Rusak

57 tahun lalu

Ritual Penjamasan Benda Pusaka di Cilegon, Jaga Warisan Leluhur dan Jejak Sejarah Lokal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal