MAKASSAR, iNews.id – Mabes Polri mengirim Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) gabungan dari Bareskrim Mabes, Inafis Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Inafis Polda Jawa Timur (Jatim) ke Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tim akan membantu mengidentifikasi para korban gempa dan tsunami.
“Sore tadi berangkatnya, naik pesawat Hercules di Lanud (Pangkalan Udara) Sultan Hasanuddin Makassar,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Senin (1/10/2018).
Dicky Sondani mengatakan, Mabes Polri membentuk Tim Inafis atau tim Identifikasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mempermudah proses identifikasi di lokasi gempa dan tsunami. Tim Inafis gabungan yang diberangkatkan dipimpin langsung oleh AKBP Dharma dari Pusat Inafis Bareskrim Mabes Polri dan dibantu Angga dari Pusinafis, Rahmat dari Sulsel, serta Aiptu Puji dan Muhammad Abduh dari Jatim.
“Untuk sementara ini lima orang saja dulu. Nanti setibanya di Palu, mereka akan langsung bekerja dan dibantu oleh anggota Inafis lainnya dari Polda Sulteng,” katanya.
Dia menjelaskan, salah satu tugas dari tim Inafis ini menentukan atau memastikan identitas orang yang hidup maupun mati, berdasarkan ciri khas yang terdapat pada orang tersebut. Identifikasi juga diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetahui identitas seseorang melalui sejumlah ciri yang ada pada orang tidak dikenal. Petugas akan menentukan apakah orang itu sama dengan orang yang hilang, yang diperkirakan sebelumnya sama dengan ciri-cirinya.