"Kita harus lawan sama-sama. Semua harus lawan teroris ini dan negara sudah berbagai tugas tadi dengan tokoh agama. Negara tegakkan hukum menangkap pelakunya. Tokoh agama, gereja, masjid, pura, klenteng dan lainnya menjamin kesadaran umat agar hidup damai dan rukun, itu aja," katanya.
Uskup Agung Makassar Johannes Liku Ada usai pertemuan di Gereja Katedral Makassar mengemukakan, umat Katolik Keuskupan Agung Makassar mengucapkan terima kasih karenas Menkopolhukam menyempatkan hadir ke Makassar pascaledakan bom itu.
Pihaknya berharap, peristiwa bom bunuh diri di depan pagar Gereja Katedral pada 28 Maret 2021, tidak terjadi lagi. Umat Katolik juga mempercayai pemerintah serius dalam hal pemberantasan terorisme.
"Khususnya kami para pelayan pemimpin agama mempunyai tugas untuk memberi kesadaran kepada masing-masing menyangkut hal yang sebetulnya tidak ada kaitannya dengan agama. Tidak ada agama yang membenarkannya aksi terorisme," katanya.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Zulpan sebelumnya menyebutkan, Densus 88 Antiteror dibantu tim Polda Sulsel kembali menangkap tiga terduga teroris. Namun, dia enggan merinci lokasi penangkapannya.
Dari pengembangan kasus sejauh ini, tercatat total terduga teroris yang ditangkap di sejumlah daerah di Sulsel sebanyak 36 orang. Jumlah ini bertambah tiga orang dari jumlah yang lalu sebanyak 33 orang setelah aksi bom bunuh diri di gereja setempat, Minggu 28 Maret 2021.