Akhirnya, dengan penuh kekecewaan ibu-ibu tersebut terpaksa meninggalkan swalayan tersebut.
“Kita dari tadi. Tapi ternyata ada yang dilayani karena sudah daftar dua minggu,” ujar Nisma, seorang warga yang ikut mengantre, Selasa (7/3/2022).
Warga berharap agar pemerintah lebih berfokus menyelesaikan krisis minyak goreng yang sangat langka di pasaran. Selain itu pemerintah juga diminta agar memberikan sanksi tegas pelaku penimbunan minyak.