"Sanksi ini adalah upaya menjaga marwah adat kita. Ini pengingat bagi siapa saja agar lebih bijak menghormati nilai-nilai budaya yang hidup di masyarakat," kata Lewaran Rantelabi, Penasehat AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Toraja.
Pelaksanaan sidang adat ini diharapkan menjadi edukasi bagi publik, khususnya para pelaku industri kreatif, bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batas moral dan etika, terutama jika menyangkut identitas suku bangsa.
Masyarakat Toraja berharap melalui penyelesaian adat ini, hubungan harmonis antara publik figur dan pemangku kebudayaan dapat terjalin kembali dengan semangat saling menghargai.