"Kalau ini sudah terkoneksi semua, kita ingin Bone ini akan terhubung ke Palu, ke Kalimantan, karena memang Bone ini strategis sekali, apalagi perpanjangan runway tidak sulit. Jadi sekarang bandara ini sudah 60 hektare, kalau memang dibutuhkan perluasan lagi, Insya Allah kita bisa bantu," katanya.
Bandara Arung Palakka terletak di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, dan mulai dibangun secara bertahap pada 2007, dan baru beroperasi 2013.
Bandara ini diharapkan menjadi gerbang utama transportasi udara bagi empat kabupaten di sekitarnya. Yaitu Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai. Bandara ini sempat difungsikan, namun terhenti pelayanan penerbangan komersialnya sejak empat tahun lalu.
Dari segi teknis, bandara ini tetap siap beroperasi. Pemprov Sulsel akan mengembangkan dengan memperbaiki akses jalan masuk. Sedangkan pemerintah pusat akan memperpanjang runway dari 1.200 meter menjadi 1.600-1.700 meter.
Kepala Kantor wilayah Otoritas Bandara (Kaotban) Wilayah V Makassar, Baitul Ikhwan, mengatakan, bandara ini secara operasional baik dari sisi udara maupun darat sudah siap beroperasi. Walaupun dalam empat tahun tidak beroperasi.