Usai ditembak, kata Jamal, pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari hasil pemeriksaan, Saguni mengakui perbuatannya membobol SD Tamamaung itu dilakoninya bersama rekannya bernama Harmin alias Ilo. Mereka mencuri sebuah kipas angin, laptop, CPU, speaker aktif dan dua buah proyektor.
"Mereka membobol pintu sekolah dengan memakai linggis. Setelahnya, Saguni dan Ilo menggasak berbagai barang elektronik yang lalu dijualnya untuk membeli narkoba," kata dia.
Lebih lanjut Jamal mengatakan, Saguni merupakan residivis juga baru keluar awal tahun karena kasus pencurian dengan kekerasan atau curas.
"Kalau rekannya sudah ditangkap di Mapolres Pelabuhan dalam kasus narkoba," kata Jamal.