Dia membantah kalau kondisi Jembatan Bojo dianggap tidak layak. Sebab selama ini semua kendaraan masih bisa melintas, dan tidak ada masalah, seperti mengalami kerusakan atau roboh.
"Jadi truk melebihi kapasitas muatan. Apabila jembatannya tidak kuat, tentu akan roboh. Tapi kan jembatannya masih berdiri, cuma lantainya saja ambles," ujarnya.
Hasil pemetaan tim di lapangan, bukan terjadi keretakan pada lantai jembatan, tetapi terjadi cross (rangka penghubung) pada grindel baja sobek, sehingga truk yang terakhir melintasinya terjatuh.
"Ada 10 balok baja pada jembatan itu, yang kelima terpuntir. Akibatnya, truk itu terperosok karena grindelnya pasti sobek," katanya.