Vina mengatakan, dia sudah mendatangi sejumlah rumah sakit untuk meminta penanganan segera, di antaranya Rumah Sakit Unhas Makassar dan Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun semua pusat pelayanan medis tersebut tak bisa menangani pasien tersebut.
"RS Unhas bilang tidak bisa, karena ini (tes swab) atas permintaan sendiri. Sedangkan di RS Bhayangkara, katanya akan ditutup untuk umum. Hanya keluarga polisi saja yang bisa di sana," katanya.
Namun Vina dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda. Ketika menjalani pemeriksaan di sana, dokter yang menangani tidak menemukan detak jantung pada janin di dalam kandungan Vina, sehingga dinyatakan meninggal dunia.
"Di sana bisa tes swab dengan biaya Rp600.000," kata Vina.
Kisah ibu hamil ini pun viral di grup whatsapp dan media sosial (medsos). Pemerintah Provinsi Sulsel melalui dinas kesehatan (dinkes) akhirnya turun tangan dan merujuk pasien ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sementara biaya rapid test Rp600.000 yang awalnya dibebankan ke pasien, sudah dikembalikan.
"Rujukan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, biaya tes swab dikembalikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari.