Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulsel Kombes Frans Santoe mengatakan, kecelakaan maut yang terjadi sekitar pukul 04.55 WITA tadi itu masih ditangani Satlantas Polres Luwu Timur dan dibantu Unit Laka Lantas Polda Sulsel.
“Berdasarkan laporan yang diterima, ada enam orang yang menjadi korban. Empat dinyatakan tewas di lokasi kejadian dan satu meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Sementara satu korban kritis di rumah sakit,” katanya.
Kronologi kecelakaan maut tersebut berawal saat bus Bintang Timur DP 7879 FH yang dikemudikan Martinus Daang, melaju dari arah Palopo ke Sorowako, atau arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Di saat bersamaan dari arah berlawanan, melintas mobil jenis Toyota Avanza bernomor polisi DN 582 AT.
Mobil yang dikemudikan Amin Halide dari arah Mangkutana ke Palopo itu juga melaju dengan kecepatan tinggi. Tiba di lokasi, pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan sehingga mobil pindah ke jalur ke kanan. Mobil langsung menabrak mobil bus tersebut, tepat di jalan Poros Burau, depan SMPN 2 Burau.
Frans mengatakan, penyebab kecelakaan maut tersebut masih dalam penyelidikan polisi. “Hingga saat ini personel sedang melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” ujar Frans.
Kecelakaan itu juga mengakibatkan kondisi mobil Avanza rusak berat dan hancur di bagian depan. Sementara bus Bintang Timur juga ringsek cukup parah di bagian depan.