TANA TORAJA, iNews.id – Hujan yang terus mengguyur membuat cakupan tanah bergerak di Lembang Rano Tengah, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) meluas. Dari perkembangan data terbaru BPBD Tana Toraja, kondisi tanah yang bergerak pada awal kejadian hanya sekitar 10 hektare, saat ini meluas hingga sekitar 15 hektare.
"Kerusakan rumah diperkirakan akan bertambah jika hujan terus turun dan areal kerusakan bisa meluas melebihi 15 hektare serta mengancam satu bangunan sekolah dasar, termasuk beberapa rumah penduduk lainnya di lokasi bencana," ujar Kepala BPBD Sulsel, Muhammad Firda, Senin (22/2/2022).
Kondisi ini pun membuat rumah terdampak longsor akibat tanah bergerak bertambah menjadi 11 unit.
"Awalnya hanya tujuh unit rumah terdampak yang dihuni 11 Kepala Keluarga (KK) dengan 35 jiwa. Hari ini bertambah menjadi 11 rumah, dan yang harus direlokasi sebanyak 16 KK dari 46 jiwa," katanya.
Tanah bergerak atau longsor itu terjadi, dipicu hujan lebat yang cukup lama sejak sejak 17 Februari hingga Minggu 20 Februari 2022 . Hujan pun masih berlangsung hingga hari ini dan berpotensi menambah rumah terdampak baik yang retak maupun akan tertimpa longsoran.