Bentrok mahasiswa dan polisi bermula saat para mahasiswa meminta seluruh anggota DPRD menemui mereka. Namun, tuntutan tersebut tak direspon baik.
Para mahasiswa yang kesal langsung merusak kawat barrier. Polisi langsung menembaki mahasiswa dengan gas air mata.
Upaya pembubaran dengan gas air mata itu mendapat perlawanan dengan lemparan batu.
Dalam orasinya para mahasiswa menolak presiden tiga periode dan penundaan pemilu.