Di hadapan audiens, dia juga menyoroti persoalan pengelolaan sawit ilegal, lemahnya pengawasan di pelabuhan dan bandara, serta praktik under-invoicing yang menurutnya telah menggerus kas negara bertahun-tahun.
“Bayangkan adik-adik mahasiswa, begitulah kedaulatan ekonomi kita sekarang diancam orang, tapi juga pakai bangsa sendiri. Itu under-invoicing selama 20 tahun,” ucapnya.
Dia mengajak mahasiswa untuk berani mengoreksi kebohongan yang merugikan negara. “Anda boleh menyalahkan kami, tapi Anda tidak boleh salah untuk ke depan. Perbaiki,” katanya.
Selain itu, dia juga mengaitkan bencana alam di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara dengan kegagalan menjaga hutan lindung.
“Para mahasiswa harus ingat bahwa hutan lindung di Indonesia itu harus dijaga Tuhan sudah memperingatkan kita dengan kejadian di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara bahwa kita tidak menjaga hutan lindung. Apa yang terjadi? Terjadilah longsor, banjir, dan memakan 961 jiwa bangsa Indonesia. Ini adalah siapa? Kesalahan kita. Kita tidak jaga sistem kita,” ucapnya.