"Dengan demikian, sampai dengan hari ini baik dari Makassar, Jakarta dan Bima, kita terus lakukan pengembangan lebih lanjut," ujarnya.
Sebelum beraksi, pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya. Dalam suratnya, pelaku L berpamitan dan siap mati syihad.
"Saudara L (pelaku) sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tua yang isinya mengatakan yang bersangkutan berpamitan dan siap mati syahid," kata Kapolri.
Selain itu, Kapolri menjelaskan pelaku merupakan pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan lalu. Pelaku laki-laki berinisial L dan pelaku perempuan berinisial YSF.