"Kenapa kami menerobos karena ini adalah kemarahan masyarakat," kata Nasrun, salah satu demonstran di lokasi.
Sementara itu, pihak DPRD Kabupaten Takalar menyampaikan bahwa rencana pembangunan kawasan industri masih dalam tahap pembahasan di tingkat dewan.
Anggota Komisi I DPRD Takalar, Ahmad Nyengka menegaskan, proses tersebut belum final dan masih dibahas lebih lanjut. "Harapan kami kepada teman-teman aksi agar tetap mengawal tapi tetap tertib," ujar anggota Komisi I DPRD Takalar, Ahmad Nyengka.
Aksi sebelumnya juga telah dilakukan oleh warga Desa Laikang sebagai bentuk penolakan terhadap proyek tersebut. Massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah lebih besar apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.